Sabtu, 12 Oktober 2013 18:36 WIB
Jakarta, (tvOne)
Kepala Kerja Sama Delegasi Uni-Eropa
Franck Viault menyatakan universitas-universitas di Eropa membutuhkan lebih
banyak mahasiswa asal Indonesia untuk memperkuat hubungan kerja sama Uni-Eropa
dengan Indonesia.
"Kami membutuhkan lebih banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Eropa. Ketika mereka lulus dan kembali ke Indonesia, mereka akan memperkuat hubungan Uni-Eropa dengan Indonesia," kata Franck di sela-sela Pameran Pendidikan Tinggi Uni-Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) di Jakarta, Sabtu (12/10).
Menurut dia, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Eropa saat ini tercatat ada 7.000 orang. Sementara, jumlah mahasiswa Malaysia di Eropa mencapai 30.000 orang. Bila dibandingkan dengan luas wilayah kedua negara, jumlah mahasiswa dari Indonesia sangat sedikit jumlahnya sehingga menurut dia, perlu lebih banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Eropa.
Dia menambahkan banyak universitas di Eropa yang menawarkan biaya pendidikan yang lebih murah dibandingkan universitas-universitas di negara-negara lain, terlebih dengan adanya banyak tawaran beasiswa sehingga seharusnya para pelajar yang berminat untuk sekolah di Eropa agar tidak perlu takut.
"Biaya kuliah di Eropa lebih murah bila dibandingkan kuliah di negara lain. Ini kesempatan bagus bagi para pelajar Indonesia," katanya.
Menurut dia, setiap tahun, pihaknya menyediakan beasiswa bagi sebanyak 1.700 mahasiswa asal Indonesia yang meliputi beasiswa kuliah dan biaya hidup.
Dikatakannya, jumlah pelajar Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Eropa meningkat lebih dari 30 persen dibanding pada 2012.
Pameran EHEF melibatkan 115 institusi pendidikan dari 15 negara di Eropa. Pameran tersebut berlangsung pada 12 - 13 Oktober 2013 di Jakarta.
EHEF 2013 diadakan oleh Uni-Eropa (EU) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta didukung oleh British Council (Inggris), Campus France IFI (Perancis), DAAD (Jerman) dan Nuffic Neso (Belanda).
EHEF 2013 merupakan penyelenggaraan EHEF yang kelima di Jakarta sebagai kelanjutan keberhasilan empat EHEF sebelumnya yakni pada 2008, 2010, 2011 dan 2012. (Ant)
"Kami membutuhkan lebih banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di Eropa. Ketika mereka lulus dan kembali ke Indonesia, mereka akan memperkuat hubungan Uni-Eropa dengan Indonesia," kata Franck di sela-sela Pameran Pendidikan Tinggi Uni-Eropa atau European Higher Education Fair (EHEF) di Jakarta, Sabtu (12/10).
Menurut dia, jumlah mahasiswa Indonesia yang sedang melanjutkan pendidikan di Eropa saat ini tercatat ada 7.000 orang. Sementara, jumlah mahasiswa Malaysia di Eropa mencapai 30.000 orang. Bila dibandingkan dengan luas wilayah kedua negara, jumlah mahasiswa dari Indonesia sangat sedikit jumlahnya sehingga menurut dia, perlu lebih banyak mahasiswa Indonesia yang melanjutkan pendidikan di Eropa.
Dia menambahkan banyak universitas di Eropa yang menawarkan biaya pendidikan yang lebih murah dibandingkan universitas-universitas di negara-negara lain, terlebih dengan adanya banyak tawaran beasiswa sehingga seharusnya para pelajar yang berminat untuk sekolah di Eropa agar tidak perlu takut.
"Biaya kuliah di Eropa lebih murah bila dibandingkan kuliah di negara lain. Ini kesempatan bagus bagi para pelajar Indonesia," katanya.
Menurut dia, setiap tahun, pihaknya menyediakan beasiswa bagi sebanyak 1.700 mahasiswa asal Indonesia yang meliputi beasiswa kuliah dan biaya hidup.
Dikatakannya, jumlah pelajar Indonesia yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Eropa meningkat lebih dari 30 persen dibanding pada 2012.
Pameran EHEF melibatkan 115 institusi pendidikan dari 15 negara di Eropa. Pameran tersebut berlangsung pada 12 - 13 Oktober 2013 di Jakarta.
EHEF 2013 diadakan oleh Uni-Eropa (EU) bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta didukung oleh British Council (Inggris), Campus France IFI (Perancis), DAAD (Jerman) dan Nuffic Neso (Belanda).
EHEF 2013 merupakan penyelenggaraan EHEF yang kelima di Jakarta sebagai kelanjutan keberhasilan empat EHEF sebelumnya yakni pada 2008, 2010, 2011 dan 2012. (Ant)
Opini :
sebenarnya dengan adanya beasiswa seperti itu banyak peluang bagi calon
mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan mendapat pendidikan di eropa .tetapi hal tersebut harus lah di sosialisasikan kepada para
calon mahasiswa agar mengetahui program tersebut.karna terkadang banyak yang tidak mengetahui hal tersebut ,mungkin saja jika banyak yang mengetahui hal tersebut akan banyak minat dari para calon mahasiswa untuk program seperti itu.






