Kamis, 20 November 2014

Penghargaan Dan Hukuman

Jenis-jenis Penghargaan dan Hukuman

Jenis penghargaan
 Definisi Penghargaan (Reward)
Penghargaan (reward) adalah sebuah bentuk apresiasi kepada suatu prestasi tertentu yang diberikan, baik oleh dan dari perorangan ataupun suatu lembaga yang biasanya diberikan dalam bentuk material atau ucapan. Dalam organisasi ada istilah insentif, yang merupakan suatu penghargaan dalam bentuk material atau non material yang diberikan oleh pihak pimpinan organisasi perusahaan kepada karyawan agar mereka bekerja dengan menjadikan modal motivasi yang tinggi dan berprestasi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan atau organisasi.
Jenis penghargaan yaitu ada 2 :

1.Penghargaan Interinsik
Yaitu imbalan yang langsung dirasakan dirinya sendiri dan ada kaitannya dengan pekerjaan yang dilakukannya. Misalnya :

>> Pencapaian Prestasi
 Pencapaian prestasi berkaitan dengan kemampuan untuk menyelesaikan tujuan yang menantang. Menurut Lock dalam teori motivasi penetapan tujuan, bahwa penetapan tujuan yang menantang dapat meningkatkan prestasi kerja, untuk itu  program pencapaian prestasi yang dilakukan oleh organisasi harus mempertimbangkan perbedaan kemampuan bawahannya.

2.Penghargaan Ekstrinsik
Penghargaan ekstrinsik adalah Penghargaan yang tidak berkaitan dengan pekerjaan tapi berasal dari pekerjaan.Misalnya  :

>> Penghargaan Finansial
Penghargaan finansial dapat berbentuk gaji, upah atau bonus. Dalam pandangan umum, istilah upah dan gaji sering kali dianggap sebagai sinonim padahal kedua istilah tersebut sebenarnya agak berbeda. Upah (wage) berkaitan dengan tarif pembayaran per jam dan seringkali dipergunakan untuk pekerja pada bagian produksi dan pemeliharaan (frenh,1994). Sedangkan gaji pada umumnya penerimaannya bersifat rutin dan tetap setiap bulan apakah mereka masuk kerja atau tidak misalnya karena cuti atau sakit, maka gajinya akan tetap diterima secara penuh. Bonus berkaitan dengan prestasi karyawan yang muktahir (current), di masa pemberiannya didasarkan pada prestasi-prestasi tertentu yang mampu diraih oleh karyawan.

>>  Promosi
Manajer menjadikan penghargaan promosi sebagai usaha untuk menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat. Kreteria yang sering digunakan untuk meraih keputusan promosi adalah senioritas. Kinerja, jika diukur dengan akurat, sering kali memberikan pertimbangan yang signifikan dalam alokasi penghargaan promosi.

Jenis Hukuman
Definisi Hukuman (punishment)
Hukuman  adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

Jenis – jenis hukuman
>> Pemotongan Gaji
Dipotongnya gaji ini biasanya dikarnakan kesalahan yang dapat merugikan perusahaan ,seperti rusaknya vasilitas yang digunakan, hilangnya property perusahaan atau karena seringnya absen.
>> Scorsing
Sanksi atau hukuman yangg diberikan kepada seseorang karena melanggar suatu disiplin,berupa pemberhentian sementara dalam jangka waktu tertentu.
>> Pemecatan (PHK)
Pemecatan adalah pemutusan hubungan kerja yang paling drastic yang dapat dilakukan kepada pegawai.Pemecatan terjadi akibat prestasi yang tidak memuaskan, perilaku yang tidak baik, kurang memenuhi syaratuntuk melaksanakan pekerjaan atau berubahnya persyaratan pekerjaan (Tulus 1994 : 171).

Pentingnya Penghargaan Dan Hukuman Dalam Organisasi
Dengan adanya penghargaan dalam sebuah organisasi bisa membantu para anggotanya untuk lebih semangat dan bermotivasi untuk menjadi lebih baik dalam membentuk sebuah organisasi karena adanya persaingan.Penghargaan dalam suatu organisasi itu penting karena kita memang menghargai mereka yang sudah berupaya mengubah cara kerja mereka.
Hukuman dalam sebuah organisasi pun tidak kalah pentingnya karena akan ada keteraturan dalam membentuk sebuah organisasi dengan disiplin yang kuat dan tanggung jawab yang tinggi untuk menciptakan kepribadian yang baik pula pada setiap anggota organisasi tersebut.


Buku Organisasi dan Struktur Perusahaan oleh Prof.Dr.Sukanto Reksohadiprodjo,M.Com dan Drs.Tamjuddin,M.Si tahun 2002.
Buku Buku Perilaku Keorganisasian oleh Prof. Dr. FX. Suwarto, M.S :  Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2011.



Jumat, 24 Oktober 2014

konflik dalam organisasi

Pengertian Konflik Organisasi
Konflik organisasi (Organizational conflik) adalah ketidak sesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok organisasi yang harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan- kegiatan kerja dan atau karena kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi. Konflik organisasi juga dapat diartikan sebagai perilaku anggota organisasi yang dicurahkan untuk beroposisi terhadap anggota yang lain.
Jenis- Jenis Konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi, yaitu:
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya..
2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Konflik ini timbul akibat tekanan yang berhubungan dengan kedudukan atau perbedaan – perbedaan kepribadian.
3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.
4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama. Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.
5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.
Menurut Baden Eunson (Conflict Management, 2007,diadaptasi), terdapat beragam jenis konflik :
A.    Konflik Vertikal
 yang terjadi antara tingkat hirarki,seperti antara manajemen puncak dan manajemen menengah,  manajemen menengah dan penyelia, dan penyelia dan subordinasi. Bentuk konflik bisa berupa bagai-mana mengalokasi sumberdaya secara optimum, mendeskripsikan tujuan, pencapaian kinerjaorganisasi, manajemen kompensasi dan karir.
B.     Konflik Horisontal
 yang terjadi di antara orang-orang yang bekerja pada tingkathirarki yang sama di dalam perusahaan. Contoh bentuk konflik ini adalah tentang perumusan tujuan yang tidak cocok tentang alokasi , dan efisiensi penggunaan sumberdaya , dan pemasaran.
C.    Konflik di antara staf lini
 yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki tugas berbeda. Misalnya antara divisi pembelian bahan baku dan divisi keuangan.Divisi pembelian mengganggap akan efektif apabila bahan baku dibeli dalam jumlah besar dibanding sedikit-sedikit tetapi makan waktu berulang-ulang. Sementara divisi keuangan menghendaki jumlah yang lebih kecil karena terbatasnya anggaran. Misal lainnya antara divisi produksi dan divisi pemasaran.Divisi pemasaran membutuhkan produk yang beragam sesuai permintaan pasar.Sementara divisi produksi hanya mampu memproduksi jumlah produksi secara terbatas karena langkanya sumberdaya manusia yang akhli dan teknologi yang tepat.
D.    Konflik peran
 berupa kesalah pahaman tentang apa yang seharusnya dikerjakan oleh seseorang. Konflik bisa terjadi antar karyawan karena tidak lengkapnya uraian pekerjaan, pihak karyawan memiliki lebih dari seorang manajer, dan system koordinasi yang tidak jelas.

Sumber- Sumber Konflik
Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:
1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.
2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.
3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.
4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.
5. Saling ketergantungan pekerjaan.
6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.
7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.
8. Ketidakterbukaan terhadap satu sama lain
9. Ketidaksalingpercaya antara satu orang dengan orang lain dalam organisasi.
10. Ketidakjelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.
11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.
12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan

Strategi Penyelesaian Konflik 
1.Kompetisi Penyelesaian konflik yang menggambarkan satu pihak mengalahkan atau mengorbankan yang lain. Penyelesaian bentuk kompetisi dikenal dengan istilah win-lose orientation.
2.Akomodasi Penyelesaian konflik yang menggambarkan kompetisi bayangan cermin yang memberikan keseluruhannya penyelesaian pada pihak lain tanpa ada usaha memperjuangkan tujuannya sendiri. Proses tersebut adalah taktik perdamaian.
3.Sharing Suatu pendekatan penyelesaian kompromi antara dominasi kelompok dan kelompok lain untuk berdamai. Satu pihak memberi dan yang lain menerima sesuatu. Kedua kelompok berpikiran positif, dengan alasan yang tidak lengkap,tetapi memuaskan.
4.Kolaborasi Bentuk usaha penyelesaian konflik yang memuaskan kedua belah pihak. Usaha ini adalah pendekatan pemecahan problem (problem-solving approach) yang memerlukan integrasi dari kedua pihak.
5.Penghindaran Menyangkut ketidak pedulian dari kedua kelompok. Keadaaan ini menggambarkan penarikan kepentingan atau mengacuhkan kepentingan kelompok lain.

Daftar Pustaka :
PENGANTAR MANAJEMEN UMUM oleh Mohammad Abdul Mukhyi dan Iman Hadi Saputro diterbitkan oleh Gunadarma.
https://www.academia.edu/6126030/Makalah_konflik_dalam_organisi  ( 22 Oktober 2014 )



Kamis, 02 Oktober 2014

Organisasi Perusahaan dan Struktur Organisasi

Pengertian organisasi
Organisasi adalah sebuah unitsosial yang dikoordinasikan secara sadar,terdiri atas dua orang atau lebih dan yang relative terus-menerus guna memcapai satu atau serangkai tujuan bersama ( Robbin dan Judge,2008:5).
Organisasi adalah wadah yang di bentuk untuk mencapai tujuan bersama secara efektif (Wibowo,2007:1).
Organisasi adalah suatu system perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasidari sekelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujun tertentu.Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja(Hasibuan,2004:120).
Sedangkan pengertian organisasi perusahaan sebagai berikut :
Organisasi perusahaan adalah suatu proses yang menjadi tempat orang-orang berinteraksi untuk mencapai tujuan perusahaan.
 Organisasi perusahaan adalah suatu  rangka dasar yang menjadi tempat orang-orang melangsungkan kegiatannya untuk menerima, menyimpan, mengolah, dan  menyajikan informasi dan merawat aktiva.
 Organisasi perusahaan  mencalup susunan staf dan alokasi tugas dan tanggung  jawab dalam mengolah data, memasok informasi untuk pembuatan keputusan dan merawat aktiva.
Berdasarkan definisi diatas kita bisa simpulkan bahwa cirri dari organisasi yaitu :
>Kumpulan manusia
>Suatu wadah
>Terstuktur
>dan memiliki tujuan bersama
Jadi dari cirri-ciri tersebut kita dapat mendefinisikan bahwa organisasi adalah suatu wadah yang terdiri dari sekumpulan manusia yang terikat dengan hubungan-hubungan formal dalam suatu rangkaian yang terstruktur guna mencapai tujuan bersama secara efektif.
Struktur Organisasi
Struktur organisasi bisa didefinisikan salah satu mekanisme –mekanisme secara formal tentang pengolahan dari pengetian organisai itu sendiri .struktur organisasi mencakup unsure-unsur seperti spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi atau didefinisikan dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja . dan di bawah ini adalah beberapa pengertian struktur organisasi menurut para ahli :
Struktur organisasi dapat diartikan sebagai kerangka kerja formal organisasi yang dengan kerangka kerja itu tugas-tugas pekerjaan dibagi-bagi, dikelompokan, dan di koordinasikan (Robbin dan Coulter,2007:284).
Struktur organisasi di defiisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal dengan mana organisasi dikelola (Handoko,2003:169)
Struktur organisasi adalah pola formal mengelompokan orang dan pekerjaan (Gibson 2002:9).
Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi pembuatan struktur organisasi :


Direktur adalah merupakan tingkat perncanaan srategis jadi direktur merupakan kunci keberhasilan perusahaan yang ia pimpin karena dia yg bertanggung jawab atas segala sesuatunya.
Manager adalah tingkatan pengendalian menejemen jadi dia lah yang bertindak mengawasi dan mengatur bidang-bidang yang ada di bawahnya.
Kepala Divisi adalah timgkatan oprasional jadi tugasnya untuk membantu menjalankan program yang telah direncanakan.
Karyawan adalah merupakan tingkat terbawah tugasnya menjalankan perintah dari kepala divisi agar tercapainya tujuan yang direncanakan.

Jenis – jenis struktur organisasi
>Struktur organisasi lini
>Struktur organisasi fungsional
>Struktur organisasi garis dan staf
Pada struktur organisasi biasanya di tentukan ketentuan sebagai berikut:
> pembagian kerja pada posisi tempat di tugaskannya individu atau kelompok.
> jenis kerja yag di lakukan
> hubungan antara atasan dan bawahan yang mempunyai wewenang dan siapa yang melaporkan kepada siapa dalam hirarki wewenang
> kelompok atau komponen sub unit di bawah manager
> tingkat pengelola
> saluran komunikasi
Keberhasilan suatu organisasi menurut Mc Kinsey Framework ,Thomas J.Peter dan Robert H.Waterman Jr. di dalam in search of excellence “syarat usaha berhasil baik ; hubungan,strategi dalam truktur,staf,kecakapan,system dan prosedur,gaya kepemimpinan dan nilai-nilai budaya”.(Gambar 1)

Sedangkan menurut Collis dan Montgomery untuk keberhasilan suatu organisasi yaitu adanya unsure-unsur : “visi,tujuan,arah,sumberdaya,bisnis dalam skala lingkup industry,struktur,system dan proses”.(Gambar 2)

Daftar pustaka :
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/29304/4/Chapter%20II.pdf ( tanggal 26 september 2014 )
strategy management glenn Boseman,Arwind Phatak dan Robert E Schellenberger tahun 1986.
organisasi dan struktur perusahaan oleh Prof.Dr.Sukanto Reksohadiprodjo,M.Com dan Drs.Tamjuddin,M.Si tahun 2002.

pengantar ekonomi perusahaan Heidjrachman R, Irawan dan Sukanto R tahun 1985
http://blogging.co.id/jenis-jenis-struktur-organisasi-perusahaan-dan-fungsinya  (tanggal 26 september 2014)

Senin, 30 Juni 2014

Harapan dan Cita-cita

HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan.manusia yang tanpa harapan ,berarti manusia mati dalam hidup.orang yang akan meninggal pun mempunyai harapan biasanya berupa pesan – pesan kepada ahli warisnya.berhasil atau tidaknya sebuah harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri.harapan dan kepercayaan itu adalah bagian hidup manusia tiap manusia mempunyai harapan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Harapan berasal dari kata harap,artinya keinginan supaya sesuatu terjadi.yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati.putus harapan berarti putus asa.

SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah - tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang balk fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yabg mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.
Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam din manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, bcrkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Seperti halnya orang yang menonton Pertunjukan lawak, mereka ingin tertawa, pelawak juga mengharapkan agar penonton tertawa terbahak-bahak. Apabila penonton tidak tertawa, harapan kedua belah pihak gagal, justru sedihlah mereka.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Budi ialah akal, kemampuan untuk memilih. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan clan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain.
Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan. Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bennacani-macant kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisilc/jasmaniah maupun kemampuan betpikimya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Besarnya harapan seseorang akan berbanding lurus dengan besarnya tindakan seseorang, seseorang yang harapannya besar maka ia akan melakukan tindakan yang besar dan begitupun sebaliknya, harapan seseorang akan menentukan tujuannya.manusia dan harapannya di bagi menjadi 4 yaitu :
1. Seorang yang harapan hidupnya adalah harta maka tujuan hidupnya adalah meraih harta, seluruh tindakanya akan terfokus pada harta, kebahagiannya di ukur oleh harta.
2. Seorang yang harapan hidupnya adalah kekuasaan maka tujuan hidupnya adalah meraih kekuasaan, seluruh tindakannya akan terfokus pada kekuasaan, kebahagiannya akan di ukur oleh kekuasaan.
3. Seorang yang harapan hidupnya adalah pasangan hidup maka tujuan hidupnya adalah mencari pasangan hidup, seluruh tindaknnya akan terfokus pada pasangan hidup ,kebahagianya di tentukan oleh pasangan hidupnya.
4. Seorang yang harapan hidupnya adalah surga maka tujuan hidupnya adalah meraih surga, seluruh tindaknnya akan terfokus pada surga  hidup kebahagianya di tentukan oleh Surga.


CITA - CITA
Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.

Bagaimanakah jadinya nanti jika kita memiliki beribu-ribu batu bata, berpuluh-puluh karung semen dan berkubik-kubik pasir serta bahan-bahan bangunan yang lain untuk membuat rumah namun kita tidak mempunyai rancangan maupun bayangan seperti apakah bentuk rumah itu nanti. Alhasil, mungkin kita akan mendapatkan rumah dengan bentuk yang aneh, gampang rubuh atau bahkan kita tidak akan pernah bisa membuat sebuah rumah pun. Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.

Sumber : Buku IBD Oleh Drs.Sujadi,Mp thn.2000
http://filsafat.kompasiana.com/2012/09/05/jenis-jenis-harapan-490597.html
http://humanforest.blogspot.com/2005/08/arti-sebuah-cita-cita.html


Rabu, 28 Mei 2014

Hubungan Manusia Dan Perubahan Kebudayaan

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan
      Dalam hubungannya dengan lingkungan, manusia merupakan suatu oganisme hidup. Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertikal (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Tatkala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energi, dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia dianugerahi kepekaan untuk membedakan dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

      Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

       Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.

Perubahan Budaya
Perubahan budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan  budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.

Perubahan budaya terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya komunikasi, cara dan pola pikir masyarakat, faktor internal lain seperti perubahan jumlah penduduk, penemuan baru, terjadinya konflik atau revolusi, dan faktor eksternal seperti bencana alam dan perubahan iklim, peperangan, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain. Lebih terinci, faktor penyebabnya adalah:

1. Adanya perubahan dari dalam masyarakat itu sendiri, seperti:
a. Perubahan penduduk
b. Perana nilai yang diubah
c. Faktor adanya penemuan-penemuan baru

2. Adanya perubahan luar masyarakat, seperti:
a. Pengaruh lingkungan alam
b. Kebudayaan masyarakat lain
c. Adanya gaya hidup barat yang masuk

Ada pula beberapa faktor yang menghambat terjadinya perubahan, misalnya kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain, perkembangan IPTEK yang lambat, sifat masyarakat yang sangat tradisional, ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat, prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru, rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan, hambatan ideologis, dan pengaruh adat atau kebiasaan.

Unsur-unsur Perubahan Kebudayaan

Sistem peralatan hidup : Peralatan dan perlengkapan hidup manusia perumahan, pakaian, alat-alat  rumah tangga, senjata, alat- alat produksi, dan transportasi.

Bahasa  : Sarana komunikasi utama manusia uuntuk mengenal sesamanya. Bahasa meliputi bahasa lisan, dan bahasa tulis.

Sistem pengetahuan :  Pengetahuan yang dimiliki masyarakat sangat terkait dengan pengalaman hidup yang dilalui masyarakat tersebut. Contohnya seperti dengan perkembangan teknologi yang sering mengalami perubahan.

Sistem kemasyarakatan : Sistem kemasyarakatan sering berubah juga meliputi sistem perkawinan dan lain sebagainya.

 Sistem ekonomi mata pencaharian :  Meliputi pertanian, pertenakan, perikanan dll. Sistem mata pencaharian masyarakat juga selalu berubah.

 Sistem realigi : Yang dianut masyarakat telah mengalami perubahan, dulu mereka menganut animism dan dinamisme sekarang orang telah menganut agama dan memercayai adanya Tuhan

Kesenian : Meliputi seni tari, seni suara, seni luki. Seni pahat, seni music dll. Bentuk seni ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu.



Bentuk-bentuk Perubahan Kebudayaan

1). Masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan setempat dengan cara peperangan/penaklukan bangsa asing terhadap bangsa lain.

2).Penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari suatu tempat ke tempat lain, dari orang ke orang lain, dan dari masyarakat ke masyarakat lain. Contoh: masuknya budaya barat ke Indonesia yaitu pakaian yang fashion

3).Masuknya budaya asing tetapi tidak menghilangkan budaya asli. Contoh: Bangunan rumah di daerah Kota, Jakarta Utara dan Juga Museum Fatahillah Jakarta merupakan wujud akulturasi dari kebudayaan yang dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa ketika menjajah Indonesia.
 4).Masuknya budaya asing dan mengakibatkan budaya asli menjadi hilang. Contoh: Orang tionghoa tinggal di Sumatra Utara dan mereak mempelajari bahasa dan budaya setempat.

 5).Unsur-unsur lama bercampur dengan yang baru dan membentuk sebuah sistem baru. Contoh: Penggabungan antara Dua Agama/Aliran atau Lebih.

6).Salah satu bentuk kebangkitan yang berusaha mengangkat golongan masyarakat bawah yang tertindas dan telah lama menderita dalam kedudukan sosial yang rendah.


Kesimpilan
Kebudayan itu erat hubungannya dengan manusia karena kebudayaan itu merupakan ciptaan manusia yang berasal dari gaya hidup nya sehari-hari.karena itu lah setiap wilayah atau tempat memiliki kebudayaan yang berbeda.

Tulisan Oleh : Prof. Ir. Eko Budihardjo,M.Sc, Dr. Ir. Galih Widjil Pangarsa,DEA, Dr. Ir. Eddy Prianto, CES, DEA




Selasa, 27 Mei 2014

Konflik Antar Suku Bangsa

Pengertian Konfilik
Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Ada beberapa pengertian konflik menurut beberapa ahli.
1).Menurut Taquiri dalam Newstorm dan Davis (1977), konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang boleh berlaku dalam berbagai keadaan akibat daripada berbangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih pihak secara berterusan.
2).Menurut Gibson, et al (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.
3).Menurut Robbin (1996), keberadaan konflik dalam organisasi ditentukan oleh persepsi individu atau kelompok. Jika mereka tidak menyadari adanya konflik di dalam organisasi maka secara umum konflik tersebut dianggap tidak ada. Sebaliknya, jika mereka mempersepsikan bahwa di dalam organisasi telah ada konflik maka konflik tersebut telah menjadi kenyataan.
4).Dipandang sebagai perilaku, konflik merupakan bentuk minteraktif yang terjadi pada tingkatan individual, interpersonal, kelompok atau pada tingkatan organisasi (Muchlas, 1999). Konflik ini terutama pada tingkatan individual yang sangat dekat hubungannya dengan stres.
5).Menurut Minnery (1985), Konflik organisasi merupakan interaksi antara dua atau lebih pihak yang satu sama lain berhubungan dan saling tergantung, namun terpisahkan oleh perbedaan tujuan.
6).Konflik dalam organisasi sering terjadi tidak simetris terjadi hanya satu pihak yang sadar dan memberikan respon terhadap konflik tersebut. Atau, satu pihak mempersepsikan adanya pihak lain yang telah atau akan menyerang secara negatif (Robbins, 1993).
7).Konflik merupakan ekspresi pertikaian antara individu dengan individu lain, kelompok dengan kelompok lain karena beberapa alasan. Dalam pandangan ini, pertikaian menunjukkan adanya perbedaan antara dua atau lebih individu yang diekspresikan, diingat, dan dialami (Pace & Faules, 1994:249).
8).Konflik dapat dirasakan, diketahui, diekspresikan melalui perilaku-perilaku komunikasi (Folger & Poole: 1984).
9).Konflik senantisa berpusat pada beberapa penyebab utama, yakni tujuan yang ingin dicapai, alokasi sumber – sumber yang dibagikan, keputusan yang diambil, maupun perilaku setiap pihak yang terlibat (Myers,1982:234-237; Kreps, 1986:185; Stewart, 1993:341).
10).Interaksi yang disebut komunikasi antara individu yang satu dengan yang lainnya, tak dapat disangkal akan menimbulkan konflik dalam level yang berbeda – beda (Devito, 1995:381)

Jenis – Jenis Konflik
Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam :
1).Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))
2).Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).
3).Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
4).Konflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
5).Konflik antar atau tidak antar agama
6).Konflik antar politik.
7).konflik individu dengan kelompok

Faktor-Faktor Penyebab Konflik
Konflik merupakan sebuah proses interaksi sosial manusia untuk mencapai tujuan dan cota-citanya. Oleh sebab itu, konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan-perbedaan sosial diantara individu yang terlibat dalam suatu interaksi sosial.
Faktor-Faktor Penyebab Konflik Secara Umum :
Perbedaan Individu
Merupakan perbedaan yang menyangkut perasaan, pendirian, pendapat atau ide yang berkaitan dengan harga diri, kebanggaan dan identitas seseorang. Perbedaan kebiasaan dan perasaan yang dapat menimbulkan kebencian dan amarah sebagai awal timbulnya konflik.
 Perbedaan Latar Belakang Kebudayaan
Kepribadian seseorang dibentuk dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Tidak semua masyarakat memiliki nilai-nilai dan norma-norma sosial yang sama. Apa yang dianggap baik oleh suatu masyarakat belum tentu sama dengan apa yang dianggap baik oleh masyarakat.
Perbedaan Kepentingan
Setiap individu atau keompok seringkali memiliki kepentingan yang berbeda dengan individu atau kelompok lainnya. semua itu bergantung dari kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Perbedaan kepentingan ini menyangkut kepentingan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.
 Perubahan Sosial
Perubahan sosial dalam sebuah masyarakat yang terjadi terlalu cepat dapat mengganggu keseimbangan sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Konflik dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan individu atau masyarakat dengan kenyataan sosial yang timbul akibat perubahan itu. 


Cara Menyelesaian Konflik di Masyarakat 

Gencatan senjata, yaitu penangguhan permusuhan untuk jangka waktu tertentu, guna melakukan suatu pekerjaan tertentu yang tidak boleh diganggu. Misalnya : untuk melakukan perawatan bagi yang luka-luka, mengubur yang tewas, atau mengadakan perundingan perdamaian, merayakan hari suci keagamaan, dan lain-lain.

Abitrasi, yaitu suatu perselisihan yang langsung dihentikan oleh pihak ketiga yang memberikan keputusan dan diterima serta ditaati oleh kedua belah pihak. Kejadian seperti ini terlihat setiap hari dan berulangkali di mana saja dalam masyarakat, bersifat spontan dan informal. Jika pihak ketiga tidak bisa dipilih maka pemerintah biasanya menunjuk pengadilan.

 Mediasi, yaitu penghentian pertikaian oleh pihak ketiga tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Contoh : PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dengan Belanda.

 Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan pihak-pihakyang berselisih sehingga tercapai persetujuan bersama. Misalnya panitia tetap penyelesaikan perburuhan yang dibentuk Departemen Tenaga Kerja. Bertugas menyelesaikan persoalan upah, jam kerja, kesejahteraan buruh, hari-hari libur, dan lain-lain.

Stalemate, yaitu keadaan ketika kedua belah pihak yang bertentangan memiliki kekuatan yang seimbang, lalu berhenti pada suatu titik tidak saling menyerang. Keadaan ini terjadi karena kedua belah pihak tidak mungkin lagi untuk maju atau mundur. Sebagai contoh : adu senjata antara Amerika Serikat dan Uni Soviet pada masa Perang dingin.
      
Adjudication (ajudikasi), yaitu penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.

Dampak Konflik Antar Suku Bangsa
Adanya berbagai konflik antar suku yang terjadi tersebut akan menimbulkan dampak baik yang bisa dirasakan secara langsung atau tidak. Dampak ini bukan hanya menimpa pada kelompok yang  terlibat konflik saja, tetapi acapkali juga menimpa pada kelompok yang tidak terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Beberapa dampak konflik antara lain:
Menimbulkan hilangnya rasa aman. Masyarakat yang tinggal di kawasan konflik akan selalu dihantui ketakutan apabila konflik kembali muncul
Hilangnya persatuan bangsa. Dengan konflik antar suku tersebut, maka persatuan bangsa akan hilang karena masing-masing pihak enggan untuk diajak bersatu.
Rusaknya tata kehidupan. Konflik membuat masyarakat kehilangan kesempatan untuk bekerja, mencari nafkah atau mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya.
Demikian ulasan singkat tentang konflik antar suku bangsa di Indonesia.




Sumber :
Soerjono Soekanto. 2007. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
http://www.bimbingan.org/konflik-antar-suku-bangsa-di-indonesia.html





Senin, 26 Mei 2014

Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan Antar Umat Beragama
Kerukunan umat beragama adalah merupakan bagian dari kerukunan nasional.Kerukunan antar umat beragama sangat penting di Negara kita Indonesia karena di Indonesia ada 5 agama yang di akui. Jika tidak ada kerukunan di antara umat beragama maka akan terjadi perselisihan dimana-mana yang disebabkan perbedaan-perbedaan yang ada.kerukunan antar umat beragama ini dapat tercipta oleh adanya sifat saling menghargai ,saling menghormati satu sama lain, saling pengertian, menghargai kesetaraan dalam pengamalan ajaran agamanya, kerjasama dalam kehidupan bermasyarakat, dan tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada karena semua agama mempunyai keyakinannya masing –masing.dari semua perbedaan itu pada intinya semua agama sama-sama mengajarkan kebaikan dan kebenaran. Kerukunan atau keharmonisan hidup beragama tersebut adalah proses dan suasana kehidupan beragama dari umat dan pemeluk agama yang plural secara serasi dalam kehidupan bangsa, dimana agama-agama yang berbeda dapat dapat diamalkan oleh pemeluknya tanpa berbenturan satu dengan lain.

           Kerukunan umat beragama pun ada dua jenis yaitu kerukunan antar pemeluk agama yang sama, dan kerukunan antar agama yang lain.
1).kerukunan yang tercipta diantara umat satu agama. Misalnya, kerukunan sesama orang Islam atau kerukunan sesama umat Kristen.maupun budha,hindu dan konghucu. Kerukunan antar pemeluk agama yang sama juga harus dijaga agar tidak terjadi perpecahan.
2).Kerukunan antar umat beragama lain, yaitu suatu bentuk kerukunan yang terjalin antar pemeluk agama tertentu yang memeluk agama berbeda-beda. Misalnya, kerukunan antar umat Islam dan Kristen, antara pemeluk agama Kristen dan Budha, atau kerukunan yang dilakukan oleh semua agama. Kerukunan antar umat beragama lain ini cukup sulit untuk dijaga. Seringkali terjadi konflik antar umat beragama dikarnakan sedikitnya kesadaran dari masing-masing umat beragama.



Faktor Penghambat kerukunan
Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu konflik dalam kerukunan umat beragama antara lain:

1). Pendirian rumah ibadah. Yaitu apabila dalam mendirikannya tidak memperhatikan situasi dan kondisi umat beragama baik secara sosial maupun budaya masyarakat setempat. 

2). Penyiaran agama. Apabila dalam penyiarannya bersifat agitasi dan memaksakan kehendak bahwa agamanya sendirilah yang paling benar dan tidak mau memahami kebenaran agama lain. Apalagi kalau penyiaran agama itu ditujukan kepada orang yang sudah beragama.

3). Perkawinan beda agama. Perkawinan beda agama akan mengakibatkan hubungan yang tidak harmonis, apalagi jika menyangkut hukum perkawinan, warisan, harta benda, dan akidah.

4). Perayaan hari besar keagamaan. Apabila perayaan tersebut dilaksanakan tanpa mempertimbangkan situasi, kondisi, dan lokasi masyarakat sekitar, juga bisa mamancing ketegangan dengan penganut agama lain.

(5). Penodaan agama. Yaitu suatu perbuatan bersifat melecehkan atau menodai doktrin suatu agama tertentu. Tindakan ini sangat sering terjadi baik dilakukan oleh perorangan maupun kelompok tanpa disadari apalagi dengan sengaja.

Dengan kita mengetahui factor-faktornyang bisa menyebabkan konflik kita dapat menjaga agar ke 5 faktor itu tidak terjadi karena mencegah itu lebih baik daripada mengatasi ketika sudah terjadi konfik.

Solusi Untuk Menciptakan Kerukunan Umat Beragama

1).Dialog Antar Pemeluk Agama

           Sejarah perjumpaan agama-agama yang menggunakan kerangka politik secara tipikal hampir keseluruhannya dipenuhi pergumulan, konflik dan pertarungan. Karena itulah dalam perkembangan ilmu sejarah dalam beberapa dasawarsa terakhir, sejarah yang berpusat pada politik yang kemudian disebut sebagai “sejarah konvensional” dikembangkan dengan mencakup bidang-bidang kehidupan sosial-budaya lainnya, sehingga memunculkan apa yang disebut sebagai “sejarah baru” (new history). Sejarah model mutakhir ini lazim disebut sebagai “sejarah sosial” (social history) sebagai bandingan dari “sejarah politik” (political history). Penerapan sejarah sosial dalam perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia akan sangat relevan, karena ia akan dapat mengungkapkan sisi-sisi lain hubungan para penganut kedua agama ini di luar bidang politik, yang sangat boleh jadi berlangsung dalam saling pengertian dan kedamaian, yang pada gilirannya mewujudkan kehidupan bersama secara damai di antara para pemeluk agama yang berbeda.

           Hampir bisa dipastikan, perjumpaan Kristen dan Islam (dan juga agama-agama lain) akan terus meningkat di masa-masa datang. Sejalan dengan peningkatan globalisasi, revolusi teknologi komunikasi dan transportasi, kita akan menyaksikan gelombang perjumpaan agama-agama dalam skala intensitas yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Dengan begitu, hampir tidak ada lagi suatu komunitas umat beragama yang bisa hidup eksklusif, terpisah dari lingkungan komunitas umat-umat beragama lainnya. Satu contoh kasus dapat diambil: seperti dengan meyakinkan dibuktikan Eck (2002), Amerika Serikat, yang mungkin oleh sebagian orang dipandang sebagai sebuah “negara Kristen,” telah berubah menjadi negara yang secara keagamaan paling beragam. Saya kira, Indonesia, dalam batas tertentu, juga mengalami kecenderungan yang sama. Dalam pandangan saya, sebagian besar perjumpaan di antara agama-agama itu, khususnya agama yang mengalami konflik, bersifat damai. Dalam waktu-waktu tertentu ketika terjadi perubahan-perubahan politik dan sosial yang cepat, yang memunculkan krisis pertikaian dan konflik sangat boleh jadi meningkat intensitasnya. Tetapi hal ini seyogyanya tidak mengaburkan perspektif kita, bahwa kedamaian lebih sering menjadi feature utama. Kedamaian dalam perjumpaan itu, hemat saya, banyak bersumber dari pertukaran (exchanges) dalam lapangan sosio-kultural atau bidang-bidang yang secara longgar dapat disebut sebagai “non-agama.”

         Bahkan terjadi juga pertukaran yang semakin intensif menyangkut gagasan-gagasan keagamaan melalui dialog-dialog antaragama dan kemanusiaan baik pada tingkat domestik di Indonesia maupun pada tingkat internasional; ini jelas memperkuat perjumpaan secara damai tersebut. Melalui berbagai pertukaran semacam ini terjadi penguatan saling pengertian dan, pada gilirannya, kehidupan berdampingan secara damai.


2).Bersikap Optimis

          Walaupun berbagai hambatan menghadang jalan kita untuk menuju sikap terbuka, saling pengertian dan saling menghargai antaragama, saya kira kita tidak perlu bersikap pesimis. Sebaliknya, kita perlu dan seharusnya mengembangkan optimisme dalam menghadapi dan menyongsong masa depan dialog.Paling tidak, ada tiga hal yang dapat membuat kita bersikap optimis.

Pertama, pada beberapa dekade terakhir ini studi agama-agama, termasuk juga dialog antaragama, semakin merebak dan berkembang di berbagai universitas, baik di dalam maupun di luar negeri. Selain di berbagai perguruan tinggi agama, IAIN dan Seminari misalnya, di universitas umum seperti Universitas Gajah Mada, juga telah didirikan Pusat Studi Agama-agama dan Lintas Budaya. Meskipun baru seumur jagung, hal itu bisa menjadi pertanda dan sekaligus harapan bagi pengembangan paham keagamaan yang lebih toleran dan pada akhirnya lebih manusiawi. Juga bermunculan lembaga-lembaga kajian agama, seperti Interfidei dan FKBA di Yogyakarta, yang memberikan sumbangan dalam menumbuhkembangkan paham pluralisme agama dan kerukunan antarpenganutnya.

Kedua, para pemimpin masing-masing agama semakin sadar akan perlunya perspektif baru dalam melihat hubungan antar-agama. Mereka seringkali mengadakan pertemuan, baik secara reguler maupun insidentil untuk menjalin hubungan yang lebih erat dan memecahkan berbagai problem keagamaan yang tengah dihadapi bangsa kita dewasa ini. Kesadaran semacam ini seharusnya tidak hanya dimiliki oleh para pemimpin agama, tetapi juga oleh para penganut agama sampai ke akar rumput sehingga tidak terjadi jurang pemisah antara pemimpin agama dan umat atau jemaatnya. Kita lebih mementingkan bangunan-bangunan fisik peribadatan dan menambah kuantitas pengikut, tetapi kurang menekankan kedalaman (intensity) keberagamaan serta kualitas mereka dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama.

Ketiga, masyarakat kita sebenarnya semakin dewasa dalam menanggapi isu-isu atau provokasi-provokasi. Mereka tidak lagi mudah disulut dan diadu-domba serta dimanfaatkan, baik oleh pribadi maupun kelompok demi target dan tujuan politik tertentu. Meskipun berkali-kali masjid dan gereja diledakkan, tetapi semakin teruji bahwa masyarakat kita sudah bisa membedakan mana wilayah agama dan mana wilayah politik. Ini merupakan ujian bagi agama autentik (authentic religion) dan penganutnya. Adalah tugas kita bersama, yakni pemerintah, para pemimpin agama, dan masyarakat untuk mengingatkan para aktor politik di negeri kita untuk tidak memakai agama sebagai instrumen politik dan tidak lagi menebar teror untuk mengadu domba antarpenganut agama.

          Jika tiga hal ini bisa dikembangkan dan kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya, maka setidaknya kita para pemeluk agama masih mempunyai harapan untuk dapat berkomunikasi dengan baik dan pada gilirannya bisa hidup berdampingan lebih sebagai kawan dan mitra daripada sebagai lawan.

Kesimpulan
Kesimpulannya dari kerukunan umat beragama itu walau kita berbeda-beda agama tetapi kita semua sama yaitu sebagai mahluk social yang hidup saling berdampingan satu sama lain.dan pada intinya setiap agama mengjarkan kebaikan dan kebenaran untuk umatnya masing-masing.



Sumber referensi :


Jumat, 18 April 2014

menjalankan DBASE di os 64-bit

galau juga gua pas dsuruh cari softrawe DBASE soalnya laptop gua osnya 64 bit.
tapi gua coba ajh jalan-jalan di google nyari caranya hingga nyampe gua di blog orang

http://lifecouldbeasy.blogspot.com/2012/10/cara-install-dbase-di-windows-7-64bit.html

tapi gua masih belum begitu paham jd gua cari lagi cara buat jalaninnya di

http://catatanbadsector.blogspot.com/2013/09/pc-games-emulator-dosbox.html

langsung aja caranya jalanin dbase di os 64 bit
pertama download dulu dosbox nya di dosbox 0.72
kedua download lagi dbase nya di dbase
ketiga install dosbox yang udah di download tadi
cara installnya gampang kok next-next aja
keempat exstrak dbase yg udh di download tadi di partisi C
kalo udah sekarang jalanin dosboxnya
abis itu ketikin
mount c c:\dbase (terus enter)
c:  (enter lagi)
dbase  (enter lagi)

contahnya kaya gini














abis itu program dbase nya runing sendiri.

segitu aja yang mau gua bagi soalnya gua juga masih belajar ,selamat mencoba.