Senin, 02 Desember 2013

Tawuran Pelajar SMP, Satu Orang Tewas


Tawuran Pelajar SMP, Satu Orang Tewas
RABU, 20 NOVEMBER 2013 | 18:37 WIB

TEMPO.CO, Bogor - Tawuran pelajar SMP berujung fatal. Mohamad Mahdor, 15 tahun, siswa kelas 3 SMP Telaga Kausar, Desa Gunung Menyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, tewas karena menderita luka bacok akibat sabetan senjata tajam.

"Aksi tawuran antarpelajar-nya terjadi Selasa kemarin," kata Kepala Kepolisian Sektor Cibungbulang, Komisaris Rony Mardiyatun, Rabu, 20 November 2013.

Rony mengatakan, korban terluka pada bagian leher sebelah kanan. Sempat mendapat perawatan medis di klinik dekat rumahnya, Mahdor akhirnya tak tertolong. "Korban awalnya sudah dibawa pulang ke rumahnya, namun kita minta keluarga agar korban diotopsi terlebih dahulu di rumah sakit untuk awal penyelidikan kasus tersebut," katanya.

Tawuran bermula ketika korban bersama tujuh temannya tiba-tiba diserang oleh pelajar SMP sekolah lain di depan Kantor Desa Cibatok, Jalan Raya Cibatok, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Menurut Ronny, saat itu kelompok korban hendak pulang dengan berjalan kaki.

Berdasarkan informasi dan keterangan dari teman korban, penyerang terdiri dari tiga orang yang mengendarai sepeda motor. Si penumpang menggunakan celurit, langsung menyabet secara membabi-buta. Sabetan itu mengenai leher Mahdor yang langsung ambruk bersimbah darah.

Polisi langsung mengejar para penyerang yang belakangan diketahui berinisial AH (13), HA (13), dan ES (13). Ketiganya ditangkap pukul 19.30 di rumahnya masing-masing di Kampung Gunungmenyan, Desa Gunungmenyan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. "Semuanya siswa SMP Pandu," kata Rony.

Untuk mempertangungjawabkan perbuatan mereka, ketiga pelajar yang menjadi pelaku pembacokan tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polsek Cibungbulang. 


Opini : hal yang sangat memprihatinkan anak berumur 13 tahun sudah berani melakukan hal tersebut  ,tanpa rasa takut  dihukum atau bahkan i pidana.ini semua harus jadi perhatian banyak pihak ,seperti pihak sekolah dengan mengaakan penyuluhan atau himbauan agar siswa tidak melakkan hal seperti itu, pihak orang tua dengan mengawasi pergaulan anak-anaknya,dan pihak kepolisian dengan pengamanannya setiap aksi tawuran.mungkin jika semua pihak bekerja sama kejadian yang sama tiak terulang kembali. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar